Berita Aktual – HD Picture – Anime Picture
Berita  

Heboh soal Upah Minimum RI Ketinggian, Stafsus Menaker Beri Penjelasan

JawaPos.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) buka suara soal upah minimum yang dianggap terlalu tinggi. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah.

Penilaian Menaker itu kini diperbincangkan di media sosial. Banyak masyarakat yang mengeluh upah minimum saat ini justru masih terlalu rendah.

Staf Khusus Menaker Dita Indah Sari menjelaskan, pernyataan Menaker yang menyebutkan upah minimum terlalu tinggi komparasi atau pembandingnya adalah nilai produktivitas tenaga kerja di Indonesia. “Jadi begini, ketika Ibu mengatakan upah minimum yang ada ketinggian, itu bukan menganggap bahwa pekerja itu sah mendapatkan upah lebih rendah. Ketinggian itu, komparasinya kalau dilihat dari nilai produktivitas, produktivitas kan kemampuan kita bekerja efektif dan efisien,” kata Staf Khusus Menaker Dita Indah Sari dalam keterangannya, Jumat (19/11).

Dita menyebutkan nilai produktivitas tenaga kerja di Indonesia sebetulnya masih cenderung rendah dibandingkan dengan upahnya. Dia mengatakan nilai efektivitas tenaga kerja di Indonesia itu masuk ke dalam urutan 13 di Asia.

“Baik jam kerjanya, maupun tenaga kerjanya, ini umum secara nasional. Komparasinya ketinggian itu dengan itu. Bukan berarti semua orang layak dikasih gaji kecil,” tuturnya.

Dita memaparkan, jika dilihat berdasarkan jam kerja Indonesia sudah terlalu banyak hari libur bagi pekerja. Bila dibandingkan dengan negara Asia Tenggara saja, jumlah hari libur di Indonesia masih terlalu banyak.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *