Berita Aktual – HD Picture – Anime Picture
Berita  

Makan adalah Dosa Pertama di Bumi, Begini Kata dr. Zaidul Akbar

Suara.com – Dalam sebuah video di kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official yang diunggah pada 5 Oktober 2021, dr. Zaidul Akbar menjelaskan tentang makan adalah dosa pertama di Bumi.

Bagaimana bisa makan adalah dosa pertama di Bumi? Mari simak bersama penjelasan dr. Zaidul Akbar berikut.

“Apa dosa pertama yang dilakukan manusia di bumi? Makanan. Nabi Adam AS diturunkan oleh Allah SWT di bumi karena apa? Gara-gara makanan. Artinya apa? Ada pesan besar di situ”, ungkap dr. Zaidul Akbar. 

Nabi Adam AS dan Hawa memulai hidup mereka di taman yang indah, di mana mereka memiliki semua yang mereka inginkan dan menghabiskan hari dengan damai dan bahagia. Namun, Nabi Adam AS tahu bahwa setan akan mencoba untuk menyesatkan mereka.

Baca Juga:
Makanan Para Nabi yang Ternyata Bikin Tubuh Lebih Sehat

Hari itu akhirnya tiba ketika iblis memasuki taman dan mendorong Nabi Adam AS dan Hawa untuk memakan buah dari pohon terlarang. Iblis berjanji bahwa dengan memakan buah itu, mereka akan memperoleh lebih banyak kekuatan dan pengetahuan daripada yang telah mereka miliki.

Namun, pohon ini adalah satu-satunya tempat di mana Allah SWT memerintahkan mereka untuk tidak makan. Karena tidak dapat menahan godaan yang diberikan iblis kepada mereka, baik Nabi Adam AS maupun Hawa makan dari pohon itu.

Mereka tidak mematuhi larangan Allah SWT dan membiarkan iblis membimbing mereka menuju kesesatan. Nabi Adam AS dan Hawa lantas dikeluarkan dari taman surga dan diturunkan ke bumi. 

Lantas, apa maksud makan adalah dosa pertama di bumi? 

“Waktu Nabi Adam diciptakan, bahkan saat belum diberikan ruh oleh Allah SWT, Iblis sudah tahu, ini manusia paling nggak kuat dengan urusan perut”, ungkap dr. Zaidul Akbar. 

Baca Juga:
Puasamu Perisaimu, Baik di Dunia Maupun di Akhirat

Banyak orang yang tahu bahwa suatu makanan itu tidak baik, tapi tetap dimakan. Padahal Allah SWT berfirman bahwa kita boleh makan makanan yang halal, tapi kemudian jangan ikuti setan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *