Berita Aktual – HD Picture – Anime Picture

Disiapkan Feeder karena Kercep Jakarta-Bandung Cuma sampai Padalarang

JawaPos.com – Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau KCJB ditargetkan akan beroperasi pada Juni 2023. Adapun tiketnya akan beragam mulai dari Rp 250.000 sampai dengan Rp 500.000. Namun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan harganya dibanderol Rp 250 ribu.

Sementara itu, KA Argo Parahyangan yang sudah menjadi andalan warga Jabodetabek ke Bandung dikhawatirkan akan terancam seiring dengan dioperasikannya KCJB. Karena dibanderol lebih murah Rp 100-Rp 400 ribu, sementara negara perlu upaya balik modal biaya pembangunan KCJB yang tidak sedikit.

Terkait itu, VP Public Relations KAI, Joni Martinus mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan apapun terkait operasional KA Argo Parahyangan. Ia menyebut, KA Gambir-Bandung itu masih beroperasi seperti biasa.

“KAI menegaskan bahwa sampai dengan saat ini perjalanan KA Argo Parahyangan (Gambir-Bandung pp) masih beroperasi seperti biasa. Adapun terkait isu tersebut, kami sampaikan bahwa belum ada keputusan ke arah sana,” kata Joni Martinus kepada JawaPos.com, Jumat (18/11).

Ia mengatakan, KAI justru masih fokus untuk mempersiapkan hadirnya Kereta Cepat Jakarta Bandung sebagai salah satu alternatif transportasi kereta api dari Jakarta ke Bandung. Dalam hal ini, pihaknya akan mengoperasikan KA Feeder ke Kota Bandung, karena KCJB hanya berhenti di Stasiun Padalarang.

“KAI juga akan mengoperasikan KA Feeder dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung bagi pelanggan Kereta Cepat yang ingin melanjutkan perjalanannya ke berbagai wilayah lainnya,” ungkapnya.

Senada, Pengamat Transportasi Azas Tigor Nainggolan mengatakan kehadiran KCJB akan memperkaya alternatif masyarakat untuk melakukan perjalanan Jakarta-Bandung, pulang pergi (PP).

Terlebih antara KCJB dan KA Argo Parahyangan memiliki durasi di perjalanan yang berbeda. Untuk diketahui, KCJB memerlukan waktu sekitar 40 menit sementara KA Argo Parahyangan kisaran 3 jam.

“Tinggal masyarakat saja yang memilih mana yang mau dia pakai, kalau sekitar Rp 350.000 itu 40 menit. Kalau yang lebih murah KA Argo Parahyangan Rp 150.000 tapi jarak tempuhnya 3 jam,” kata Azas Tigor dihubungi Jawapos.com, Jumat (18/11).

Ia menjelaskan, banyaknya pilihan transportasi publik ini justru bisa makin menarik masyarakat untuk beralih dan meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi. Apalagi, kata Azas, ke depan akan ada juga jalan tol Jakarta-Bandung yang secara waktu hanya cukup ditempuh dalam waktu 1 jam.

“Itu kan nanti terserah saja masyarakat mau pilih yang mana, semakin banyak pilihan publik transportasi dan itu menarik. Saya pikir akan bisa untuk mengalihkan masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum,” jelasnya.

Meski begitu, Azas mengaku bahwa ke depan akan ada persaingan pasar dari semua pilihan yang ada itu. Namun ia menilai, seluruh transportasi sudah memiliki pasarnya masing-masing.

Seperti KCJB, menurutnya kereta cepat ini akan menggaet pasar para pekerja ataupun pengusaha di Jakarta yang berniat bertemu klien di Bandung tanpa menginap alias PP. Hal ini didasarkan pada efisiensi jarak tempuh yang lebih singkat.

“Misal, saya ada janji dengan klien di Bandung sehari doang ketemu klien. Itu mungkin akan beralih ke KCJB karena kan dia lebih cepat. Tidak banyak buang waktu di jalan,” ujarnya.

Sementara KA Argo Parahyangan akan tetap digandrungi masyarakat pengguna transportasi publik dengan tujuan tertentu. Meski nantinya, pekerja yang pulang pergi Jakarta-Bandung dalam satu hari akan menyusut di moda transportasi ini.

“KA Parahyangan itu punya pasar sendiri, misalnya untuk pekerja Jakarta-Bandung mingguan itu udah ada pasti (tetap menggunakannya). Paling nanti yang berkurang (penumpang) pekerja yang pergi pagi pulang sore,” imbuhnya.

Azas menuturkan, semakin banyak pilihan publik transportasi itu malah bagus, sehingga orang akan meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi. Selain bisa mengirit waktu dan biaya, menurutnya bisa meminimalisir efek lelah menempuh perjalanan dengan menyetir sendiri.

“Apalagi itu (ongkos kendaraan pribadi) lebih mahal. Jakarta-Bandung itu aja bisa RP 500 ribuan, belum bensinnya, capeknya. Kalau dengan KCJB kan lebih cepat, enggak capek, lebih murah bisa nyampe. Untuk sebuah kereta cepat harga Rp 350 masih okelah tarif segitu. Karena pasti itu dibutuhin karena jadi alternatif,” tandasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : R. Nurul Fitriana Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *