Berita Aktual – HD Picture – Anime Picture

Lampaui Target, Ini Daftar Sektor Investasi yang Dominan pada 2022

JawaPos.com-Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi pada tahun 2022 sebesar Rp 1.207,2 Triliun, angka tersebut tumbuh sebesar 34 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY). Realisasi tercatat melampaui target investasi tahun 2022 sebesar Rp 1.200 triliun.

Lebih lanjut, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia membeberkan sektor-sektor apa saja yang dominan dalam realisasi investasi sepanjang tahun 2022. Salah satunya, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp 171,2 triliun.

Kedua, Pertambangan sebesar Rp 136,4 triliun; ketiga transportasi, gudang, dan telekomunikasi Rp 134,3 triliun; keempat perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp 109,4 triliun. “Kelima, industri kimia dan farmasi sebesar Rp 93,6 triliun,” kata Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (24/1).

Ia menjelaskan, realisasi investasi tahun 2022 itu terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). PMDN sepanjang tahun 2022 tercatat sebesar Rp 552,8 triliun atau 54,2 persen dari total investasi sepanjang 2022.

Sedangkan realisasi PMA mencapai Rp 654,4 triliun atau 54,2 persen dari total investasi 2022. Lebih rinci, dari sisi PMDN, kata Bahlil, ada sejumlah sektor yang turut menyokong realisasi investasi. Meliputu, Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi Rp 75, 1 T (13,6 persen).

Kemudian, perumahan kawasan industri dan perkantorna Rp 66,2 triliun (12 persen), Pertambangan Rp 62,5 triliun (11,3 persen), Industri makanan Rp 54,9 trliun (9,9 persen), Tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp 38,9 triliun (7 persen).

Dari sisi PMA, terdiri dari Industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya USD 11 M (24 persen), Pertambangan USD 5,1 M (11,3 persen). “Industri kimia dan farmasi USD 4,5 M (9,9 persen), Transportasi, gudang dan telekomunikasi USD 4,1 M (9 persen), dan Listrik, gas dan air USD 3,8 miliar (8,3 persen),” rincinya.

Berdasarkan wilayahnya, PMDN paling besar disumbang oleh DKI Jakarta sebesar Rp 89,2 triliun (16,1 persen), Jawa Barat Rp 80,8 triliun (14,6 persen), Jawa Timur Rp 65,4 triliun (11,8 persen), Riau Rp 43,1 triliun (7,8 persen), Riau Rp 43,1 triliun (7,8 persen), dan Kalimantan TImur Rp 39,6 T (7,2 persen).

Dari sisi PMA, Sulawesi Tengah USD 7,5 miliar (16,4 persen), Jawa Barat USD 6,5 miliar (14,3 persen), Maluku Utara USD 4,5 Miliar (9,8 persen), DKI Jakarta USD 3,7 miliar (8,2 persen), dan Banten USD 3,4 miliar (7,5 persen).

“Sementara itu, tercatat ada lima negara terbesar yang melakukan investasi di Indonesia diantaranya, Singapura sebesar USD 13,3 miliar, Tiongkok USD 8,2 miliar, Hong Kong USD 5,5 miliar, Jepang USD 3,6 miliar, dan Malaysia USD 3,3 miliar,” ujar Bahlil. (*)

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : R. Nurul Fitriana Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *