Berita Aktual – HD Picture – Anime Picture

Cari Solusi Terbaik, Agar Manfaat Investasi Terasa

JawaPos.com – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya berlaku adil soal bentrokan maut di PT Gunbuster Nickel Industry atau PT GNI Morowali Utara. Hal ini dilakukan agar semua pihak bisa merasakan dampak dari kehadiran investasi.

“Kalau ditanyakan gimana (soal bentrokan di PT GNI) harus berlaku adil pada semua. Karyawan, investor, bagi negara. Karena tiga-tiganya harus berdampak dari kehadiran investasi,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Investasi/BKPM Jakarta, Selasa (24/1).

Meski begitu, ia sangat menyayangkan kejadian yang menyebabkan jatuhnya korban di industri smelter nikel tersebut. Dari kejadian tersebut, ia meminta mulai dari investor, karyawan, pemerintah, dan pihak keamanan tidak saling menyalahkan.

Bahlil mendorong, terciptanya solusi terbaik atas kejadian itu dan meminta seluruh pihak untuk melakukan evaluasi bersama. “Tidak usah saling menyalahkan siapa-siapa, kita carikan solusi terbaik. Kita evaluasi diri aja, dalam pekerjaan pasti terjadi pergesekan apalagi melibatkan ribuan orang,” ujar dia.

Sebelumnya, Wakil Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Afriansyah Noor mengatakan, sedang melakukan investigasi pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. PT GNI baru saja dilanda kerusuhan internal karyawan.

“Kami sedang lakukan investigasi terkait pelaksanaan K3 di sini, karena kerusuhan internal yang menimbulkan dua korban jiwa dan kerugian material yang sangat besar ini, pintu masuknya adalah K3,” ujar Afriansyah seperti dilansir dari Antara usai melakukan pertemuan tertutup dengan Direksi PT GNI di lokasi perusahaan Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Kamis (19/1).

Wamen menjelaskan, peristiwa yang disesali semua pihak itu berawal dari tuntutan karyawan agar melakukan perbaikan dalam pelaksanaan K3. Yakni antara lain penyediaan alat perlengkapan diri (APD) dan pemasangan kipas penyedot debu (exhaust) pada ruangan tertentu agar tidak berdebu.

Namun, lanjut dia, pihak perusahaan tidak menjalin komunikasi yang baik dengan karyawan, lembaga Bipartit dan Tripartit tidak berfungsi. Sehingga, tuntutan itu berkembang yang akhirnya memunculkan aksi unjuk rasa dan mogok kerja yang puncaknya terjadi pada Sabtu (14/1).

“Kita lakukan investigasi dan kalau ditemukan pelanggaran-pelanggaran, perusahaan pasti mendapat sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Wamen Afriansyah Noor yang didampingi Bupati Morowali Utara Delis J. Hehi.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : R. Nurul Fitriana Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *