Berita Aktual – HD Picture – Anime Picture

Dukung Perluasan Kerja Sama Antar Negara

JawaPos.com – Dari gelaran World Economic Forum 2023 yang digelar di Davos, Swiss, pada 16-20 Januari 2023, pemerintah punya keinginan untuk memperluas kerja sama dengan sejumlah negara. Termasuk, soal hilirisasi sumber daya alam dengan memanfaatkan energi hijau. Muaranya jelas, supaya multiplier effectnya tidak hanya bagi pendapatan negara, tetapi juga penyerapan tenaga kerja.

Pengusaha menyambut positif upaya pemerintah untuk melakukan perluasan kerja sama dengan berbagai negara dalam rangka peningkatan investasi itu. Apalagi, tujuannya untuk program hilirisasi yang berorientasi pada energi dan industri hijau ramah lingkungan.

Hal itu dipastikan oleh Direktur Utama PT. Ceria Nugraha Indotama (CNI) Derian Sakmiwata. “Kami sangat mengapresiasi usaha pemerintah yang terus mengupayakan peningkatan investasi dalam berbagai forum internasional termasuk di World Economic Forum di Davos untuk energi dan industri hijau,” ujar Derian, Rabu (25/1).

Dalam usaha meningkatkan program hilirisasi yang berorientasi pada energi ramah lingkungan, investasi menjadi kunci agar program dan target yang dicanangkan pemerintah dapat berkembang dengan baik. Pihaknya mengaku siap karena CNI adalah salah satu perusahaan yang sudah menggunakan energi terbarukan.

“Dukungan pemerintah sangat kami butuhkan. Agar kami para pengusaha yang sudah melaksanakan program hilirisasi dengan memanfaatkan energi terbarukan terbantu dengan masuknya investor baru” tambah Derian.

Lebih lanjut Derian menjelaskan, Ceria Nugraha Indotama tengah mengembangkan total empat line Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) sebesar 72 MVA secara bertahap dengan total produksi per tahun sebesar 252 ribu ton feronikel di kadar 22 perseb. Tahap pertama 1 line RKEF 72MVA ditargetkan rampung pada tahun 2024 mendatang.

Ceria rencananya juga akan membangun pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) yang total produksinya mencapai 103 ribu ton Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) per tahun dengan kandungan 39 persen nikel dan 4 persen kobalt atau setara dengan 40 ribu metrik ton logam nikel dan 4.100 metrik ton cobalt.

Ke depannya, Ceria akan meningkatkan kapasitas HPAL sehingga mencapai 300 ribu ton MHP (kandungan logam nikel sebanyak 120 ribu metrik ton). Selanjutnya, Ceria juga sedang melakukan studi kelayakan untuk pengolahan dan pemurnian lanjutan untuk mengolah FeNi dan MHP yg telah diproduksi menjadi produk nikel untuk bahan baku baterai.

“Ceria terus berupaya mendukung program hilirisasi pemerintah dengan memanfaatkan energi ramah lingkungan sehingga hadirnya investor baru kami harapkan dapat mempercepat proses pembangunan dan peningkatan produksi sehingga kontribusi kami kepada negara juga meningkat” kata Derian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *