Berita Aktual – HD Picture – Anime Picture
Berita  

Inovasi Produk UMKM jadi Kunci Tingkatkan Ekonomi Pasca Pandemi

JawaPos.com – Perekonomin nasional yang berangsur membaik harus ditopang oleh upaya pemerintah daerah dalam memulihkan ekonomi daerahnya setelah dihantam pandemi Covid-19. Inovasi bagi pelaku usaha menjadi kunci dalam mempertahankan bisnisnya.

Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah menjelaskan pihaknya tidak menyalurkan jaring pengaman sosial dalam bentuk bantuan tunai, namun dengan mengembangkan produk buatan lokal. Dalam hal ini, Pemprov NTB memberi kesempatan kepada UMKM membuat produk dan dibeli oleh pemerintah, kemudian dibagikan ke masyarakat.

“Ada peluang kita menggunakan produk lokal. Akhirnya, meski masih dalam bentuk embrio, sekarang NTB beranjak bukan lagi pada komoditas tradisional, tapi industri pengolahannya mulai diperkenalkan,” kata Zulkieflimansyah dalam sebuah webinar, Jumat (19/11).

Menurutnya, pihaknya mengajak agar masyarakat dapat menghasilkan produk inovatif dalam mengembangkan suatu bisnis yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Salah satunya, produk perikanan yang mudah busuk dapat bertahan lama jika menggunakan teknologi.

“Ikan tidak semata dijual mentah karena nilainya menjadi rendah kalau busuk. Dicoba dengan teknologi sederhana, dikeringkan, diawetkan. Sehingga punya daya tahan yang lebih lama, begitu juga dengan produk lain,” tuturnya.

Upaya Pemprov NTB dengan mengoptimalkan UMKM dimulai dari meningkatkan kepercayaan diri UMKM itu sendiri. Sehingga, nantinya produk lokal dapat menjadi kebangaan sendiri. “Contohnya tenun lokal, kelor, dan suplemen-suplemen yang dihasilkan. Saat ini UMKM yang terlibat dalam proses jaring pengaman gemilang berjumlah 5.000 UMKM,” ungkapnya.

Zulkieflimansyah melanjutkan, inovasi lainnya setelah jaring pengaman sosial selesai adalah dengan memberi insentif kepada industri pertanian. “NTB ke depan untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan lebih berkualitas, kami memilih industrialisasi sebagai pilihan,” imbuhnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Romys Binekasri

Leave a Reply

Your email address will not be published.