Berita Aktual – HD Picture – Anime Picture

Santri Digitalpreneur, Upaya Kemenparekraf Kembangkan Ekraf Pondok Pesantren

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa terhadap berbagai sektor, termasuk industri pariwisata dan kreatif. / Foto: ist

JAKARTA – Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa terhadap berbagai sektor, termasuk industri pariwisata dan kreatif . Berbagai inisiatif dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam memulihkan sektor parekraf.

Salah satu di antaranya lewat bantuan insentif pemerintah kepada masyarakat, khususnya pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang mengalami dampak paling berat.

Hingga paruh pertama 2020, industri pariwisata di Indonesia mengalami kerugian hingga Rp85 triliun, dengan kerugian industri hotel dan restoran hingga Rp70 triliun.

Baca juga: Ini 5 Langkah Mudah agar Anda Tetap Tampak Awet Muda

Sebagian besar sektor kreatif juga terkena dampak yang sangat berat. Dalam menghidupkan kembali perekonomian nasional, Kemenparekraf juga meningkatkan berbagai program edukasi yang mendorong kewirausahaan.

Salah satu program yang digalakkan adalah Santri Digitalpreneur Indonesia. Program ini berfokus pada pelatihan dan pendampingan santri untuk mempelajari berbagai keterampilan digital serta mengaplikasikannya sebagai modal mereka untuk menjadi digitalpreneur atau berkarier di industri kreatif setalah mereka lulus.

Menurut Menparekraf Sandiaga Uno, Indonesia memiliki 31.385 pondok pesantren. Karena itu pihaknya mendorong mereka untuk mengembangkan ekonomi kreatif mereka melalui digitalisasi.

“Semua inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memajukan pertumbuhan ekonomi nasional di Indonesia,” ujar Sandiaga dalam keterangan resminya, Kamis (25/11/2021).

Ke depannya santri akan terbiasa dengan teknologi untuk mendukung ide-ide kreatif, bahkan ketakutan untuk menjadi santri akan hilang dengan sendirinya. Karena banyak anggapan kalau santri hanya terkungkung dengan pelajaran agama saja.

Kemenparekraf juga memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan resiliensi daya usaha, yang dilakukan dengan penerapan prinsip 3C yakni Commitment, Competence, dan Champion.

Baca juga: 5 Camilan Sehat Penurun Kolesterol, Wajib Rutin Dikonsumsi

“Bergerak cepat saja tidak cukup, kita harus bergerak bersama-sama dan garap semua potensi bisnis yang ada untuk ciptakan lapangan kerja baru. Lewat ide-ide yang inovatif dan kreatif, kita dapat kembali bangkit dan memajukan perekonomian Indonesia,” tuntasnya.

(nug)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *