Berita Aktual – HD Picture – Anime Picture
Berita  

Deretan Kontroversi Arteria Dahlan: Minta Dipanggil Yang Terhormat

Suara.com – Beberapa waktu terakhir ini, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan menjadi perbincangan publik. Suara.com merangkum beberapa kontroversi Arteria Dahlan yang telah dilakukan sebelumnya.

Setelah menyatakan aparat penegak hukum tidak boleh ditangkap tangan karena termasuk simbol negara, Arteria Dahlan kembali menjadi pusat perhatian lantaran ibundanya dimaki-maki oleh seorang perempuan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, pada Minggu (21/11/2021).

Anggota Komisi III DPR itu belakangan ini memang sering menuai kontroversi. Berikut ini deretan kontroversi Arteria Dahlan yang menarik untuk diketahui.

1. Meminta Dipanggil ‘Yang Terhormat’

Baca Juga:
Kasus Arteria PDIP Vs Anak Jenderal, Panglima TNI Sebut Polisi Panggil Pelapor Besok

Dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan pimpinan KPK pada 11 September 2017 lalu, Arteria Dahlan yang merupakan anggota Komisi VIII hadir karena ditugaskan fraksinya. Saat diberikan kesempatan bicara, Arteria Dahlan memprotes pimpinan KPK yang tidak memanggil anggota DPR dengan sebutan ‘Yang Terhormat’.

2. Menghina Kementerian Agama (Kemenag)

Saat membahas kasus penipuan ibadah umroh dalam rapat Komisi III DPR bersama Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, pada 28 Maret 2018, Arteria Dahlan menyebut Kemenag ‘b*ngsat’. Dirinya mengaku kecewa atas kinerja Kemenag dalam menangani perjalanan umroh jamaah Indonesia. Namun satu hari kemudian Arteria Dahlan meminta maaf atas ucapannya.

3. Menuding Profesor Emil Salim Sesat

Arteria Dahlan dan Emil Salim di Mata Najwa - (YouTube/Najwa Shihab)
Arteria Dahlan dan Emil Salim di Mata Najwa – (YouTube/Najwa Shihab)

Arteria Dahlan sering berapi-api saat terlibat dalam perdebatan. Seperti dalam acara televisi Mata Najwa yang membahas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK. Dirinya berdebat sengit dengan Profesor Emil Salim.

Baca Juga:
Kasus Ribut Arteria Dahlan dengan Anak Jenderal, Puspom TNI Sudah Koordinasi dengan Polisi

Dalam acara berjudul ‘Ragu-ragu Perpu’ tersebut, politikus PDIP itu berbicara operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Publik seakan terhipnotis atas tindakan hukum, padahal menurut Arteria, banyak janji KPK yang tidak tercapai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *